'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ibu-Ibu ‘Aisyiyah yang Tetap Energik Berdakwah di Usia 70-80 Tahun: Ada yang Terpasang 3 Ring di Jantungnya
31 Januari 2017 10:48 WIB | dibaca 545

Siti Chalimah, misalnya. Meski aktivis Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wetan Pasar Kota Malang ini sudah berusia 80 tahun, tetapi masih energik mengikuti kegiatan ‘Aisyiyah. Padahal, di jantungnya terpasang 3 ring (cincin/stent) –alat yang dipakai untuk melebarkan pembuluh darah koroner di jantung. Dengan ditemani putrinya, Dewi Maryam –yang juga aktivis ‘Aisyiyah– Chalimah berkegiatan dakwah.

Selain Chalimah, Hj. Sholichah (74 tahun) dari PRA Kayutangan juga mempunyai mobilitas yang tinggi. Pengurus aktif TK ABA 9 ini hampir tidak pernah absen dalam kegiatan ‘Aisyiyah. Dengan langganan becaknya, ia mendatangi di mana digelar kegiatan ‘Aisyiyah. Ada juga Sumiati (71 tahun) anggota PRA Tongan dan Hj. Watini (74 tahun) dari PRA Gadingkasri.

Atas dedikasinya itu, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Klojen Kota Malang mengapresiasi mereka dengan memberikan hadiah kenangan. Keempat senior itu pun kaget sekaligus bahagia. Sebab, pemberian apresiasi itu tidak dikabarkan sebelumnya. Memang, acara yang berlangsung di Gedung ‘Aisyiyah Kauman Malang, Kamis (29/12) itu, sebenarnya adalah acara rutin.

”Ini bukan sembarang hadiah. Tapi wujud penghormatan PCA  pada kami berempat yang tidak bisa dinilai dengan segunung emas,” ungkap Sholichah.

Ketua PCA Klojen, Uswatul Hamidah mengatakan, bahwa apresiasi itu diberikan kepada para  ‘Ibu’nya ‘Aisyiyah pada momen yang masih berasa Hari Ibu. “Mereka luar biasa dalam setiap kegiatan. Masih selalu partisipatif sekaligus membina anggota-anggota yang masih belum faham benar dalam ber-‘Aisyiyah,” tuturnya.  Bersama mereka, tambah Uswatul, kami bisa belajar banyak hal dan bisa berbenah untuk gerak ‘Aisyiyah lebih baik ke depan. (Uzlifah)

Shared Post: