'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Rapat Konsolidasi di Gerbong Kereta Api, Pejalanan Kepala TK ABA Se-Kota Malang Penuhi Undangan Suroboyo Carnival Park
31 Januari 2017 11:36 WIB | dibaca 531

Rapat di restoran atau hotel, itu sudah jamak dilakukan oleh para kepala sekolah. Apalagi kalau hanya rapat di gedung sekolah. Nah, rapat di gerbong kereta api? Tentu belum banyak yang melakukannya. Tetapi rombongan 50 orang yang terdiri dari Kepala TK ABA se-Kota Malang, serta anggota Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah dan Cabang ‘Aisyiyah Kota Malang ini telah mencobanya.

 

Memenuhi undangan manajemen Suroboyo Carnival Park, Selasa, (17/1), rombongan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi. Dengan menggunakan KA Penataran, rombongan berangkat dari Malang pukul 07.07 WIB. “Banyak sensasi yang kami dapatkan sepanjang perjalanan Malang-Surabaya,” kata Ruly Narulita, Sekretaris Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Malang, yang ikut dalam rombongan.

“Kami menjadi perhatian penumpang lain, karena satu gerbong nyaris kami penuhi,” ujarnya. Dan yang paling unik, kata Ruly, dalam perjalanan itu digelar ‘rapat’ konsolidasi dan transformasi ilmu. Kami membahas pengelolaan pembelajaran anak usia dini dan manajemen sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, rapat di dalam perjalanan kereta api itu sangat enjoy. “Kami rapat tanpa tersekat birokrasi organisasi. Cair dan menggembirakan. Dan ilmu pun dapat ditularkan tanpa merasa ada yang didikte,” ungkapnya.

Ruly menegaskan, agenda ini juga penting memperkuat silaturahmi dan menjaga soliditas kepala sekolah dan pimpinan. “Di samping untuk memberi apresiasi pada teman-teman yang selama ini sangat concern dengan amal usaha Aisyiyah,” tegas Ruly.

Perjalanan pun berakhirdi Stasiun Waru Sidoarjo. Rombongan kemudian menuju Suroboyo Carnival Park dengan menggunakan minibus yang disiapkan manajemen. “Ini semacam fasilitas survei, untuk mengenalkan media pembelajaran. Semoga nanti akan dijadikan outdoor class untuk murid TK ABA se-Kota Malang,” harap Muri, yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut.

Mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah Kota Batu itu menyatakan, bahwa dia merasa mempunyai hubungan emosional yang sangat erat dengan Muhammadiyah. “Sehingga ketika ada wahana edukasi baru, dan saya terlibat di dalamnya, maka yang saya ingat pertama adalah sekolah Muhammadiyah, ucapnya. “Karena  wisata keluarga terbesar dan terbaru ini cocok untuk anak usia dini, maka yang saya ingat adalah TK ABA.”

Ketua Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Halimah menyambut baik tawaran Muri. “Alhamdulillah, kami sangat senang dengan undangan ini. Pihak management telah menyambut dengan sangat baik,” kata dia. Dengan mengetahui tempat wisata baru ini, tambah Halimah, kami punya referensi untuk pembelajaran di luar kelas dan pembelajaran tematik yang setiap semester sudah diagendakan oleh masing-masing TK. (Uzlifah)

Shared Post: